Etika konstitusi tidak boleh hanya berhenti di meja para pejabat atau dalam lembaran naskah akademik; ia harus mendarat dan berakar di dalam hati setiap warga negara, terutama masyarakat bahari kita. Kita perlu membangkitkan kembali kesadaran hukum yang murni, yang bersumber dari karakter asli bangsa Indonesia sebagai bangsa pelaut yang taat pada nilai-nilai luhur.
Melampaui Hafalan Teknis
Pendidikan maritim selama ini sering kali terjebak dalam hafalan aturan teknis pelayaran atau prosedur administratif semata. Padahal, kesadaran hukum yang sejati adalah proses internalisasi nilai. Nelayan, pengusaha perkapalan, hingga aparat di garda terdepan perlu memahami bahwa setiap aturan yang mereka patuhi di laut adalah bentuk pengabdian pada etika yang diinginkan oleh para pendiri bangsa.
Karakter Bangsa di Samudera
Membangun kesadaran hukum berarti membangun karakter. Kita ingin setiap perilaku manusia Indonesia di laut selaras dengan napas Pancasila. Kesadaran ini akan menjadi benteng alami terhadap praktik-praktik ilegal yang merusak ekosistem dan kedaulatan kita. Dengan kesadaran hukum yang kuat, setiap jengkal perairan Nusantara akan dijaga bukan hanya oleh patroli fisik, melainkan oleh nurani kolektif seluruh masyarakat bahari.